Loading...
Kunjungi Posyandu Desa Langge, Kepala Dinas PPPA-PMD Dorong Penguatan Ruang Bersama Indonesia
2026-09-08
Kunjungi Posyandu Desa Langge, Kepala Dinas PPPA-PMD Dorong Penguatan Ruang Bersama Indonesia

PEMPROV DPPPA-PMD - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo mendorong penguatan implementasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) di tingkat desa melalui optimalisasi berbagai layanan masyarakat, salah satunya kegiatan Posyandu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH, MH, MKM, saat melakukan kunjungan ke Desa Langge dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan Posyandu sekaligus berdialog dengan kader dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Posyandu memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Karena itu, kegiatan Posyandu diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan kolaboratif dalam pemberdayaan masyarakat serta perlindungan perempuan dan anak.

“Kita ingin Posyandu menjadi ruang yang hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pemberdayaan, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga,” ujar Yana.

Ia menjelaskan bahwa konsep Ruang Bersama Indonesia (RBI) menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak di tingkat desa untuk menciptakan ruang yang aman, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan, anak, keluarga, serta masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Kepala Dinas PPPA-PMD mendorong agar Desa Langge dapat mengoptimalkan potensi dan fasilitas yang telah tersedia di desa, termasuk Posyandu, sebagai salah satu bagian dari ekosistem RBI.

“RBI harus kita bangun dari apa yang sudah ada di desa. Tidak harus selalu membuat sesuatu yang baru. Posyandu, kader, kelompok perempuan, forum anak, dan berbagai kegiatan masyarakat dapat kita sinergikan sehingga menjadi kekuatan bersama untuk membangun desa yang ramah perempuan dan peduli anak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan RBI sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Pemerintah desa, kader Posyandu, TP PKK, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, serta unsur lainnya perlu mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait perempuan dan anak, dapat dicegah dan ditangani sejak dari tingkat desa.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kepedulian dan keberanian untuk saling menjaga. Ketika ada persoalan perempuan dan anak, jangan dibiarkan. Harus ada mekanisme untuk mencegah, melaporkan, dan memberikan pendampingan,” tegasnya.

Kunjungan ke Desa Langge juga menjadi bagian dari upaya Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo untuk melihat secara langsung praktik pelayanan masyarakat sekaligus mengidentifikasi potensi desa yang dapat diperkuat dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kepala Dinas berharap Desa Langge dapat terus mengembangkan kolaborasi lintas sektor sehingga keberadaan Posyandu dan berbagai kelembagaan desa mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapan kita, desa menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak, keluarga semakin kuat, masyarakat semakin berdaya, dan semua unsur dapat bekerja bersama. Inilah semangat yang ingin kita dorong melalui Ruang Bersama Indonesia,” pungkasnya.

Penguatan RBI di tingkat desa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam membangun lingkungan yang lebih aman, inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan, anak dan keluarga, dengan mengoptimalkan potensi serta sumber daya yang telah dimiliki masyarakat.

Komentar
Chat WhatsApp Museum