Dinas PPPA-PMD Gorontalo Dukung Penguatan Posyandu Dan Pemenuhan Hak Anak Melalui Implementasi 6 Bidang SPM
Dinas PPPA-PMD Gorontalo Dukung Penguatan Posyandu dan Pemenuhan Hak Anak melalui Implementasi 6 Bidang SPM
PEMPROV DPPPA-PMD - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo turut hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan pendistribusian bantuan susu dan goodybag bagi anak-anak di desa pilot project implementasi 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Langge, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Senin (7/9/2026), merupakan bagian dari tindak lanjut Roadshow Pembinaan dan Monitoring Implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu yang telah dilaksanakan pada April 2026.
Kegiatan di Desa Langge ini menjadi awal dari rangkaian agenda pembinaan dan monitoring yang akan dilaksanakan dengan mengunjungi lima desa pilot project yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Gorontalo. Kunjungan tersebut akan menjadi momentum untuk melihat secara langsung implementasi 6 Bidang SPM Posyandu, sekaligus memastikan program dan pelayanan yang telah dirancang dapat berjalan secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan keluarga.
Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH, MH, MKM, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap langkah TP Posyandu Provinsi Gorontalo dalam memperkuat pelayanan Posyandu sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan anak dan keluarga.
“Kami dari Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran pemerintah bersama TP Posyandu, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Yana.
Menurutnya, Posyandu memiliki posisi yang sangat strategis karena berada dekat dengan keluarga dan menjadi salah satu pintu pelayanan dasar bagi masyarakat di tingkat desa.
Penguatan Posyandu melalui implementasi 6 Bidang SPM dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, memperoleh pelayanan dasar secara lebih mudah, terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kita ingin Posyandu tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Implementasi 6 Bidang SPM menjadi bagian penting dalam mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP Posyandu Provinsi Gorontalo menyiapkan 750 dus susu yang diperuntukkan bagi 84 anak stunting yang menjadi sasaran penerima di desa pilot project yang tersebar pada lima kabupaten di Provinsi Gorontalo.
Adapun penerima bantuan terdiri atas 15 anak stunting di Kabupaten Bone Bolango, 30 anak di Kabupaten Gorontalo, 24 anak di Kabupaten Gorontalo Utara, 10 anak di Kabupaten Boalemo, dan 5 anak di Kabupaten Pohuwato.
Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo menilai bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak dan keluarga, namun penanganan stunting tetap harus dilakukan secara komprehensif.
“Bantuan susu merupakan salah satu bentuk dukungan, tetapi bukan satu-satunya solusi dalam penanganan stunting. Kita harus memastikan pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara berkelanjutan,” kata Yana.
Ia juga mengajak para orang tua untuk memanfaatkan Posyandu secara rutin sebagai tempat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta memperoleh edukasi dan pelayanan dasar yang dibutuhkan keluarga.
Selain bantuan susu, sebanyak 500 paket goodybag juga dibagikan kepada anak-anak balita yang hadir dalam pelayanan Posyandu.
Sebanyak 416 balita dan 84 anak stunting menjadi sasaran penerima, sehingga total terdapat 500 anak yang mendapatkan goodybag.
Kepala Dinas PPPA-PMD menegaskan bahwa goodybag tersebut bukan merupakan bentuk intervensi stunting, melainkan bentuk perhatian dan apresiasi kepada anak-anak yang hadir di Posyandu.
“Goodybag ini bukan intervensi stunting, tetapi bentuk perhatian dan apresiasi kepada anak-anak. Kita ingin menciptakan suasana Posyandu yang ramah dan menyenangkan bagi anak, sekaligus mendorong orang tua agar semakin rutin membawa anaknya ke Posyandu,” ungkapnya.
Penguatan Posyandu juga mendapat dukungan lintas sektor. Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo turut memberikan bantuan tas sekolah kepada 10 siswa SMA dari keluarga kurang mampu yang berada di lima desa pilot project.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan anak-anak tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki akses dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo menilai kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam mewujudkan pelayanan Posyandu yang terintegrasi.
“Pemenuhan hak anak tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat, pemerintah desa dan berbagai unsur lainnya harus bergerak bersama. Inilah semangat yang ingin kita bangun melalui penguatan Posyandu,” tegas Yana.
Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan keluarga, serta pemenuhan hak dan perlindungan anak.
“Kita tidak ingin kegiatan ini berhenti pada seremoni. Yang paling penting adalah keberlanjutan dan dampaknya bagi masyarakat. Ketika Posyandu kuat, keluarga mendapatkan pelayanan yang baik, dan hak-hak anak terpenuhi, maka kita sedang menyiapkan generasi Gorontalo yang sehat, berkualitas dan terlindungi,” pungkas Yana.
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)