TP Posyandu Provinsi Gorontalo Perkuat 6 Bidang SPM, Salurkan 750 Dus Susu Dan 500 Goodybag Bagi Anak Di Desa Pilot Project
TP Posyandu Provinsi Gorontalo Perkuat 6 Bidang SPM, Salurkan 750 Dus Susu dan 500 Goodybag bagi Anak di Desa Pilot Project
PEMPROV DPPPA-PMD - Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak melalui pendistribusian bantuan susu dan goodybag bagi anak-anak di desa pilot project implementasi 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026, di Desa Langge, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, dan menjadi bagian dari tindak lanjut kegiatan Roadshow Pembinaan dan Monitoring Implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu yang telah dilaksanakan pada April 2026, pada kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 120 Orang yang terdiri atas TP Posyandu Provinsi sebanyak 14 Orang, TP Posyandu Kab. Bonbol 5 Orang, Dinas PMD kab. Bonbol 5 Orang, TP Posyandu Desa 12 Orang, Anak balita & Ibu 69 Orang dan Anak Stunting & Ibu 15 Orang.
Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Ir. Hj. Nani Ismail Mokodongan, MM, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian TP Posyandu terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus upaya memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat di tingkat desa.
“Bantuan ini merupakan bagian dari perhatian kita terhadap anak-anak Gorontalo. Namun, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian bantuan susu. Diperlukan upaya yang menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, hingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di Posyandu,” ujarnya.
Dalam program tersebut, TP Posyandu Provinsi Gorontalo menyiapkan sebanyak 750 dus susu yang akan didistribusikan kepada 84 anak stunting yang menjadi sasaran di desa-desa pilot project implementasi 6 Bidang SPM.
Distribusi bantuan tersebut mencakup lima kabupaten, yakni:
- Kabupaten Bone Bolango: 15 anak stunting dengan alokasi 133 dus susu;
- Kabupaten Gorontalo: 30 anak stunting dengan alokasi 269 dus susu;
- Kabupaten Gorontalo Utara: 24 anak stunting dengan alokasi 218 dus susu;
- Kabupaten Boalemo: 10 anak stunting dengan alokasi 83 dus susu; dan
- Kabupaten Pohuwato: 5 anak stunting dengan alokasi 47 dus susu.
Selain bantuan susu, TP Posyandu Provinsi Gorontalo juga menyiapkan 500 paket goodybag yang diberikan kepada anak-anak balita yang hadir dalam layanan Posyandu.
Sebanyak 416 balita dan 84 anak stunting, atau total 500 anak, menjadi sasaran penerima goodybag tersebut.
Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa goodybag tersebut bukan merupakan bentuk intervensi stunting, melainkan buah tangan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada anak-anak yang hadir di Posyandu.
“Harapan kami, hal sederhana ini dapat memberikan kebahagiaan kepada anak-anak sekaligus menjadi penyemangat bagi para orang tua untuk terus membawa anaknya ke Posyandu,” ungkapnya.
Penguatan Posyandu di Provinsi Gorontalo juga terus didorong melalui sinergi lintas sektor. Salah satunya melalui dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo yang turut memberikan bantuan berupa tas sekolah kepada 10 siswa SMA dari keluarga kurang mampu yang berada di lima desa pilot project.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di desa.
Sinergi lintas sektor ini menunjukkan bahwa transformasi Posyandu tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang SPM yang membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan Posyandu benar-benar hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mampu memberikan manfaat secara langsung bagi keluarga dan anak-anak.
“Hari ini kita tidak hanya menyerahkan susu dan goodybag. Hari ini kita sedang menunjukkan bahwa anak-anak Gorontalo adalah anak-anak yang kita pedulikan, kita jaga, dan kita persiapkan untuk menjadi generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penguatan Posyandu di Provinsi Gorontalo.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bone Bolango yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah TP Posyandu Provinsi Gorontalo dalam memperkuat pelayanan Posyandu di desa.
“Kami berterima kasih dan menyambut baik serta memberikan apresiasi atas kegiatan ini. Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak, sehingga sinergi antara TP Posyandu, pemerintah daerah, pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan dan keluarga harus terus diperkuat.”
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga, sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan pelayanan Posyandu.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi anak-anak, tetapi juga semakin meningkatkan kesadaran orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu. Mari kita bersama-sama menjaga dan memenuhi hak anak agar mereka dapat tumbuh sehat, terlindungi dan berkembang secara optimal.”
Sementara itu Sekretaris TP Posyandu Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH, MH, MKM, menyampaikan bahwa kegiatan pendistribusian bantuan susu dan goodybag merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan Posyandu sekaligus memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan anak.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kita terhadap anak-anak Gorontalo. Melalui penguatan Posyandu dan implementasi 6 Bidang SPM, kita ingin memastikan pelayanan dasar dapat semakin dekat dan memberikan manfaat nyata bagi anak dan keluarga di desa. Ini juga menjadi langkah awal dari rangkaian kunjungan ke lima desa pilot project di lima kabupaten untuk melihat langsung sekaligus memperkuat implementasi 6 Bidang SPM di lapangan.”
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta keluarga.
“Yang terpenting bukan hanya bantuan yang diberikan hari ini, tetapi bagaimana kita memastikan keberlanjutan pelayanan, penguatan kapasitas kader, dan keterlibatan keluarga dalam memenuhi hak serta kebutuhan anak. Kita ingin Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan yang kuat, aktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.”
“Kita ingin Posyandu semakin kuat, tidak hanya dari sisi kelembagaan, tetapi juga dari kualitas pelayanan. Implementasi 6 Bidang SPM harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama keluarga dan anak-anak. Karena itu, peningkatan kapasitas kader dan sinergi antar-OPD menjadi sangat penting.”
Terkait pemberian bantuan susu kepada anak stunting, Yana menekankan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dan tidak dapat dipandang sebagai satu-satunya solusi dalam penanganan stunting.
“Bantuan susu tentu sangat berarti sebagai bentuk dukungan kepada keluarga, tetapi penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, pelayanan kesehatan, serta pemantauan pertumbuhan anak harus berjalan secara bersama-sama.”
Ia juga mengapresiasi pemberian goodybag kepada anak-anak balita yang hadir di Posyandu. Menurutnya, meskipun bukan merupakan intervensi stunting, pemberian tersebut memiliki nilai positif dalam membangun suasana Posyandu yang ramah dan menyenangkan bagi anak.
“Goodybag ini memang bukan intervensi stunting, tetapi merupakan bentuk perhatian dan apresiasi kepada anak-anak yang datang ke Posyandu. Hal-hal sederhana seperti ini dapat menciptakan pengalaman positif bagi anak dan keluarga, sehingga mereka semakin termotivasi untuk rutin datang ke Posyandu.”
“Dari Posyandu kita kuatkan keluarga, dari keluarga kita siapkan generasi, dan dari generasi yang sehat, cerdas dan terlindungi, kita bangun Gorontalo yang lebih hebat,” pungkasnya.
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)