Loading...
Target Stunting Turun 8 Persen, Bank SulutGo, BAZNAS Dan Telkom Siap Dukung Intervensi Di 5 Desa Pilot Project
2026-09-03
Target Stunting Turun 8 Persen, Bank SulutGo, BAZNAS dan Telkom Siap Dukung Intervensi di 5 Desa Pilot Project

PEMPROV DPPPA-PMD - Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan dunia usaha, lembaga sosial, perbankan, hingga sektor telekomunikasi dan keuangan.

Dalam upaya tersebut, Bank SulutGo, BAZNAS dan Telkom menyatakan kesiapan mendukung program intervensi penurunan stunting yang akan dilaksanakan pada lima desa pilot project di Provinsi Gorontalo.

Komitmen mempercepat penurunan stunting di Provinsi Gorontalo terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)/Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, S.H., M.H., M.KM, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.

“Target penurunan stunting sebesar 8 persen membutuhkan kerja bersama. Karena itu, dukungan dari Bank SulutGo, BAZNAS, Telkom, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, lima desa yang ditetapkan sebagai pilot project akan menjadi lokasi penguatan model intervensi yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas layanan dasar, penguatan peran keluarga, pemenuhan kebutuhan gizi, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi dan data.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan sejak masa kehamilan, bayi, balita, hingga keluarga berisiko stunting.

Dukungan dari berbagai pihak akan diarahkan sesuai kapasitas dan peran masing-masing. Perbankan dan lembaga sosial diharapkan dapat memperkuat dukungan pembiayaan serta intervensi sosial, sementara sektor telekomunikasi dapat mendukung pemanfaatan teknologi dan konektivitas. Bank Indonesia juga diharapkan memperkuat aspek edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Yang kita bangun bukan sekadar kegiatan, tetapi sebuah model kolaborasi yang bisa diukur hasilnya. Jika pilot project ini berhasil, maka pendekatannya dapat direplikasi dan diperluas ke desa-desa lainnya,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mendorong agar intervensi dilakukan dengan prinsip konvergensi, sehingga berbagai program dari pemerintah, pemerintah desa, lembaga nonpemerintah, dunia usaha dan masyarakat dapat diarahkan pada sasaran yang sama.

Keberhasilan program nantinya akan dilihat dari indikator yang jelas, termasuk perubahan status gizi, peningkatan kualitas layanan Posyandu, keterlibatan keluarga, serta penguatan kapasitas desa dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Gorontalo optimistis target penurunan stunting sebesar 8 persen dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Semangatnya adalah bersama kita cegah stunting, bersama kita kuatkan keluarga, dan bersama kita wujudkan generasi Gorontalo yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya.

(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)

Komentar
Chat WhatsApp Museum