Loading...
Perkuat Perlindungan Anak, Kadis PPPA Gorontalo Jadi Narasumber Pelatihan Manajemen Kasus
2025-11-11
Perkuat Perlindungan Anak, Kadis PPPA Gorontalo Jadi Narasumber Pelatihan Manajemen Kasus

Gorontalo, -  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Manajemen Penanganan Kasus dan Konvensi Hak Anak bagi SDM Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak tingkat Kabupaten Bone Bolango, yang digelar di Hotel Aston, Kota Gorontalo.(selasa,11/11/2025).

Dalam paparannya, Kadis PPPA menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyoroti bahwa berbagai kasus yang kini viral di media sosial menjadi pengingat pentingnya penanganan kasus yang profesional dan berbasis empati.

"Manajemen kasus harus dilakukan dengan empati, bukan hanya simpati. Pendamping harus tetap menjaga jarak emosional agar mampu menilai duduk perkara secara objektif," ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Yana menekankan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak telah menetapkan batas usia anak hingga 19 tahun. Karena itu, setiap bentuk kekerasan atau perlakuan tidak layak terhadap anak di bawah usia tersebut harus ditindak secara hukum.

Kadis PPPA juga mengapresiasi langkah Kabupaten Bone Bolango yang terus memperkuat layanan perlindungan perempuan dan anak, termasuk keberadaan Rumah Perlindungan Bone Bolango yang kini menjadi salah satu rujukan nasional.

"Menurutnya, meningkatnya pelaporan kasus bukanlah tanda buruk, melainkan bukti bahwa masyarakat mulai berani bersuara. Daerah yang banyak pelaporan berarti daerah itu sehat, karena masyarakatnya sudah sadar dan berani speak up," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kadis PPPA menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bone Bolango atas komitmen dan dukungan nyata dalam penguatan kebijakan perlindungan perempuan dan anak, serta kepada Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Bone Bolango yang senantiasa berperan aktif dalam berbagai program pemberdayaan dan perlindungan.

Menutup paparannya, dr. Yana menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Gorontalo, yang terus mendorong penguatan sinergi antarinstansi dan masyarakat demi terwujudnya Gorontalo yang ramah perempuan dan peduli anak.
(ppid pppa provinsi gorontalo)

Komentar