PEMPROV, DPPPA-PMD - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Masyarakat Desa atau PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT serta kekerasan seksual.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Workshop Ketahanan Keluarga, Mencegah KDRT dan Kekerasan Seksual yang dilaksanakan oleh Badan Kerja Sama Organisasi Wanita atau BKOW Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BKOW Provinsi Gorontalo, dr. Nurinda Rahim, M.Sc, serta peserta dari berbagai utusan organisasi wanita dan utusan Universitas Negeri Gorontalo atau UNG.
Dalam sambutannya, Kadis PPPA-PMD Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa keluarga merupakan ruang pertama dan utama dalam membentuk karakter, membangun komunikasi sehat, serta menanamkan nilai saling menghormati antara anggota keluarga. Karena itu, ketahanan keluarga tidak boleh dipahami hanya sebatas kemampuan ekonomi, tetapi juga mencakup ketahanan psikologis, sosial, spiritual, komunikasi, dan perlindungan antaranggota keluarga.
"Ketahanan keluarga adalah benteng pertama dalam mencegah kekerasan. Ketika komunikasi dalam keluarga berjalan baik, ketika ada saling menghargai, saling mendengar, dan saling melindungi, maka potensi terjadinya KDRT dan kekerasan seksual dapat ditekan sejak dini," ujar Kadis PPPA-PMD.
Ia menekankan bahwa KDRT dan kekerasan seksual bukan hanya persoalan privat keluarga, melainkan persoalan sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama. Kekerasan yang terjadi di ruang domestik sering kali berdampak panjang, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi anak-anak, lingkungan keluarga, dan masyarakat secara luas.
Menurutnya, korban kekerasan kerap mengalami tekanan fisik, psikis, sosial, bahkan ekonomi. Dalam banyak kasus, korban juga menghadapi rasa takut, malu, ketergantungan, dan stigma sosial yang membuat mereka enggan melapor. Karena itu, masyarakat perlu membangun budaya peduli, bukan budaya menyalahkan korban.
Kadis PPPA-PMD juga mengajak seluruh organisasi wanita yang hadir untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat edukasi dan advokasi pencegahan kekerasan. Organisasi wanita dinilai memiliki peran penting karena dekat dengan keluarga, komunitas, dan masyarakat akar rumput.
"Organisasi wanita memiliki kekuatan besar. Ibu-ibu bukan hanya penggerak keluarga, tetapi juga penggerak masyarakat. Melalui organisasi wanita, pesan-pesan pencegahan KDRT dan kekerasan seksual dapat disampaikan lebih luas, lebih dekat, dan lebih menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat," tegasnya.
Ia juga mendorong agar peserta workshop tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta diharapkan dapat mengenali tanda-tanda kekerasan, memberikan dukungan awal kepada korban, serta mengetahui jalur layanan dan mekanisme pelaporan yang tersedia.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis PPPA-PMD menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BKOW, organisasi wanita, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat penegak hukum, dan lembaga layanan. Pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama.
Kehadiran utusan UNG dalam kegiatan tersebut juga dinilai penting, karena perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun literasi, penelitian, edukasi publik, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan. Kampus diharapkan ikut memperkuat kesadaran generasi muda tentang relasi yang sehat, kesetaraan, penghormatan terhadap tubuh, serta pencegahan kekerasan seksual.
Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Gorontalo, dr. Nurinda Rahim, M.Sc, melalui kegiatan ini diharapkan terus memperkuat peran BKOW sebagai wadah konsolidasi organisasi wanita dalam mendukung pembangunan keluarga yang sehat, tangguh, dan bebas dari kekerasan.
Workshop ini menjadi ruang penting untuk memperluas pemahaman bahwa keluarga yang kuat bukanlah keluarga yang menutupi masalah, tetapi keluarga yang mampu membangun komunikasi, menyelesaikan konflik secara sehat, menghormati hak setiap anggota keluarga, serta melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Di akhir sambutannya, Kadis PPPA-PMD Provinsi Gorontalo mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
"Pencegahan kekerasan harus dimulai dari rumah, diperkuat oleh masyarakat, dan didukung oleh negara. Mari kita jadikan keluarga sebagai ruang aman, ruang tumbuh, dan ruang perlindungan bagi semua, pungkasnya."
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)