Matangkan Kunjungan SERUNI-KMP Ke Gorontalo, Yana Dorong Kolaborasi Nyata Untuk Perempuan Berdaya Dan Anak Terlindungi
Matangkan Kunjungan SERUNI-KMP ke Gorontalo, Yana Dorong Kolaborasi Nyata untuk Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi
JAKARTA, PEMPROV DPPPA-PMD - Persiapan kunjungan kerja
Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI-KMP) ke
Provinsi Gorontalo pada 13–14 Oktober 2026 mulai dimatangkan. Kepala Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, terlibat dalam diskusi
panjang bersama jajaran SERUNI-KMP di Kantor Kementerian PPN/Bappenas RI,
Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk
membangun kesamaan visi dan memperkuat koordinasi terkait agenda kunjungan
SERUNI-KMP di Gorontalo, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan,
memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan perlindungan terhadap
perempuan dan anak.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, dengan perhatian
utama pada bagaimana kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat Gorontalo, tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu
menghadirkan kolaborasi dan penguatan program yang berkelanjutan.
Yana menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo
menyambut baik rencana kunjungan SERUNI-KMP. Menurutnya, kehadiran SERUNI
menjadi peluang penting untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus
memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi
perempuan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan
agenda strategis pembangunan daerah. Kami berharap kunjungan SERUNI-KMP ke
Gorontalo dapat menjadi ruang kolaborasi yang konkret, sehingga perempuan
semakin berdaya, keluarga semakin kuat, dan anak-anak mendapatkan lingkungan
yang aman serta mendukung tumbuh kembang mereka,” ungkap Yana.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo memiliki
komitmen kuat terhadap Pengarusutamaan Gender (PUG), yang harus terintegrasi
dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan hingga evaluasi.
Pemberdayaan perempuan, lanjutnya, tidak dapat dipandang
hanya dari aspek peningkatan keterampilan atau ekonomi semata, tetapi juga
mencakup perluasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja,
kepemimpinan, serta keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu, perlindungan anak membutuhkan pendekatan
terpadu yang melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan,
serta seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap pemenuhan hak dan
perlindungan anak.
“Perempuan yang berdaya akan menjadi kekuatan bagi keluarga
dan masyarakat. Demikian pula, anak-anak yang terlindungi dan terpenuhi
hak-haknya merupakan investasi penting bagi masa depan Gorontalo,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, koordinasi juga diarahkan pada
penyelarasan agenda kunjungan dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan di
Gorontalo, sehingga program yang dilaksanakan dapat menjangkau kelompok
perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian serta dukungan lebih besar.
Yana berharap kunjungan SERUNI-KMP pada 13–14 Oktober mendatang dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam mewujudkan perempuan yang mandiri, keluarga yang tangguh, serta lingkungan yang ramah dan aman bagi anak.
Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan
oleh capaian infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan
pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memastikan perempuan memperoleh
kesempatan yang setara dan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi.
Kita ingin kunjungan SERUNI-KMP ke Gorontalo meninggalkan
jejak manfaat. Bukan hanya memperkuat koordinasi, tetapi juga membangun gerakan
bersama agar perempuan semakin berdaya dan setiap anak di Gorontalo mendapatkan
perlindungan yang layak,” tutup Yana.
(PPID DPPPA-PMD PROVINSI)