Loading...
Matangkan Kunjungan SERUNI-KMP Ke Gorontalo, Yana Dorong Kolaborasi Nyata Untuk Perempuan Berdaya Dan Anak Terlindungi
2026-09-27
Matangkan Kunjungan SERUNI-KMP ke Gorontalo, Yana Dorong Kolaborasi Nyata untuk Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi

JAKARTA, PEMPROV DPPPA-PMD - Persiapan kunjungan kerja Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI-KMP) ke Provinsi Gorontalo pada 13–14 Oktober 2026 mulai dimatangkan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, terlibat dalam diskusi panjang bersama jajaran SERUNI-KMP di Kantor Kementerian PPN/Bappenas RI, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk membangun kesamaan visi dan memperkuat koordinasi terkait agenda kunjungan SERUNI-KMP di Gorontalo, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, dengan perhatian utama pada bagaimana kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo, tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghadirkan kolaborasi dan penguatan program yang berkelanjutan.

Yana menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut baik rencana kunjungan SERUNI-KMP. Menurutnya, kehadiran SERUNI menjadi peluang penting untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi perempuan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan agenda strategis pembangunan daerah. Kami berharap kunjungan SERUNI-KMP ke Gorontalo dapat menjadi ruang kolaborasi yang konkret, sehingga perempuan semakin berdaya, keluarga semakin kuat, dan anak-anak mendapatkan lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang mereka,” ungkap Yana.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo memiliki komitmen kuat terhadap Pengarusutamaan Gender (PUG), yang harus terintegrasi dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi.

Pemberdayaan perempuan, lanjutnya, tidak dapat dipandang hanya dari aspek peningkatan keterampilan atau ekonomi semata, tetapi juga mencakup perluasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, kepemimpinan, serta keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan.

Sementara itu, perlindungan anak membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, serta seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Perempuan yang berdaya akan menjadi kekuatan bagi keluarga dan masyarakat. Demikian pula, anak-anak yang terlindungi dan terpenuhi hak-haknya merupakan investasi penting bagi masa depan Gorontalo,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, koordinasi juga diarahkan pada penyelarasan agenda kunjungan dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan di Gorontalo, sehingga program yang dilaksanakan dapat menjangkau kelompok perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian serta dukungan lebih besar.

Yana berharap kunjungan SERUNI-KMP pada 13–14 Oktober mendatang dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam mewujudkan perempuan yang mandiri, keluarga yang tangguh, serta lingkungan yang ramah dan aman bagi anak.

Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh capaian infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memastikan perempuan memperoleh kesempatan yang setara dan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi.

Kita ingin kunjungan SERUNI-KMP ke Gorontalo meninggalkan jejak manfaat. Bukan hanya memperkuat koordinasi, tetapi juga membangun gerakan bersama agar perempuan semakin berdaya dan setiap anak di Gorontalo mendapatkan perlindungan yang layak,” tutup Yana.

(PPID DPPPA-PMD PROVINSI)

Komentar
Chat WhatsApp Museum