Loading...
Pemprov Gorontalo Dorong SMK Go Global, Buka Peluang Kerja Luar Negeri Yang Aman Dan Prosedural
2026-09-24
Pemprov Gorontalo Dorong SMK Go Global, Buka Peluang Kerja Luar Negeri yang Aman dan Prosedural

PEMPROV DPPPA-PMD - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo turut mendampingi Wakil Gubernur Gorontalo dalam persiapan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi SMK Go Global dan Pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna serta keluarganya di Provinsi Gorontalo.Rabu 23/09/2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, diwakili oleh Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak, Arifandy Pelealu, S.Kep., Ns.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam membuka akses informasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong tersedianya peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pemberdayaan PMI Purna dan keluarga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian ekonomi, khususnya melalui penguatan kapasitas kewirausahaan. Melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), PMI Purna diharapkan mampu mengembangkan usaha dan memanfaatkan pengalaman serta keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo juga mendorong terjalinnya koordinasi dan kolaborasi yang semakin baik dengan KP2MI, terutama dalam penyebarluasan informasi mengenai peluang kerja ke luar negeri yang aman dan prosedural.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan KP2MI sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai peluang kerja di luar negeri, termasuk persyaratan, prosedur, perlindungan, serta kesiapan yang harus dimiliki calon pekerja migran,” ujar Arifandy Pelealu mewakili Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo.

Menurutnya, penyebaran informasi secara tepat diharapkan dapat mencegah masyarakat terjebak pada praktik penempatan pekerja migran yang tidak sesuai prosedur sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Gorontalo untuk memperoleh pekerjaan yang layak di tingkat global.

Sosialisasi SMK Go Global menyasar alumni SMK, siswa kelas XII, serta masyarakat umum. Program tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai peluang kerja di luar negeri sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan kompetensi sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Dalam sosialisasi tersebut, KP2MI memberikan informasi mengenai peluang kerja luar negeri yang aman dan ditempuh melalui jalur resmi atau prosedural. Para peserta juga didorong untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan kerja secara global.

Program SMK Go Global diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan bagi lulusan SMK untuk memperluas wawasan dan akses terhadap kesempatan kerja internasional dengan tetap mengedepankan kompetensi, legalitas, keselamatan, dan perlindungan pekerja.

Sementara itu Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, S.H., M.H., M.KM., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sosialisasi SMK Go Global serta pemberdayaan PMI Purna dan keluarganya di Provinsi Gorontalo.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam membuka akses informasi dan kesempatan bagi masyarakat Gorontalo untuk memperoleh pekerjaan di luar negeri melalui jalur yang resmi, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mendukung penuh sinergi dan kolaborasi bersama KP2MI dalam memberikan edukasi dan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai peluang kerja di luar negeri. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh, mulai dari persyaratan, proses penempatan, peningkatan kompetensi, hingga aspek perlindungan pekerja migran, sehingga mereka dapat bekerja secara aman dan prosedural,” ujar Yana Yanti Suleman.

Ia menambahkan, keberadaan program SMK Go Global menjadi peluang penting bagi generasi muda, khususnya siswa kelas XII dan alumni SMK, untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan pasar kerja global.

“Lulusan SMK memiliki potensi dan keterampilan yang sangat besar. Karena itu, peningkatan kompetensi teknis dan kemampuan bahasa asing perlu terus didorong agar mereka memiliki daya saing ketika memasuki dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri,” jelasnya.

Selain membuka peluang kerja, Yana menilai pemberdayaan PMI Purna dan keluarga juga perlu mendapat perhatian karena pengalaman yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi.

“PMI Purna tidak hanya perlu dipandang sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai sumber daya yang memiliki pengalaman, keterampilan, dan potensi untuk dikembangkan. Melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan yang tepat, kami berharap mereka dapat membangun usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tambahnya.

Yana berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, KP2MI, dunia pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat, terutama dalam penyebarluasan informasi peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan prosedural.

“Kami berharap juga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo. Dengan informasi yang benar, kompetensi yang memadai, serta akses terhadap peluang kerja yang prosedural, kita dapat mempersiapkan SDM Gorontalo agar mampu bersaing secara global sekaligus tetap mendapatkan perlindungan yang optimal,” pungkasnya

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga PMI Purna, yang mampu meningkatkan kapasitas, kemandirian ekonomi, dan daya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga sekaligus pembangunan daerah.

(PPID-DPPPA-PMD PROVINSI)

Komentar
Chat WhatsApp Museum