KEMENDES Apresiasi Capaian Indeks Desa Provinsi Gorontalo Tahun 2026
KEMENDES Apresiasi Capaian Indeks Desa Provinsi Gorontalo Tahun 2026
Jakarta - PEMPROV DPPPA-PMD - Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT) memberikan apresiasi atas capaian Indeks Desa Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa dan Perdesaan, Dr. Dwi Rudi Hartoyo, S.Sos., M.Si saat menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH, MH, M.KM di Ruang Rapat Dir APD Kalibata, Jakarta, Rabu (24/09/2026).
Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa, Rudi Hartoyo mengatakan Hasil Konsinyasi Index Desa tahun 2026 artinya Gorontalo berhasil menuntaskan kemiskinan ekstrim desa karena dari 657 desa, 0 (nol) desa sangat tertinggal dan hanya 1 (satu) desa tertinggal, sebagian besar status desa mandiri ada 297 desa," ujar Rudi Hartoyo.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan lompatan besar, di mana 83,5 persen desa di Gorontalo kini sudah berstatus Maju dan Mandiri.
Adapun rincian lengkap status desa di Provinsi Gorontalo Tahun 2026 berdasarkan Berita Acara yang telah disepakati bersama adalah Desa Mandiri : 297 Desa, Desa Maju 252 Desa, Desa Berkembang 107 Desa, Desa Tertinggal 1 Desa dan Desa Sangat Tertinggal 0 Desa, dari Total 657 Desa yang tersebar di 5 Kabupaten dan 67 Kecamatan.
Dari sebaran per kabupaten, Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango menjadi penyumbang Desa Mandiri terbanyak, masing-masing 107 dan 102 desa. Sementara 1 (satu) Desa Tertinggal yang tersisa berada di Kabupaten Boalemo.
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, S.H., M.H., M.KM menyampaikan terima kasih atas pendampingan dari Kemendes PDT. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk terus mendorong percepatan pembangunan desa.
"Capaian 297 Desa Mandiri adalah hasil kerja kolaboratif semua pihak, dari pemerintah kabupaten, pendamping desa, hingga masyarakat desa itu sendiri. Tugas kami selanjutnya adalah menuntaskan 1 Desa Tertinggal di Boalemo dan mendorong 107 Desa Berkembang agar naik kelas menjadi Desa Maju. Ini akan kami sinergikan dengan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dan penguatan BUMDes," jelas Yana.
Dengan ditandatanganinya Berita Acara Konsinyasi, maka file tersebut resmi menjadi dasar penentuan skor dan status desa tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.