PEMPROV, DPPPA - PMD,Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPA - PMD) terus memperkuat akurasi data sebagai kunci keberhasilan program pembangunan.
Langkah konkret itu ditunjukkan dengan turun langsung melakukan evaluasi progres Gorontalo Satu Data (GSD) di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, Kamis - Jumat (5-6/2/2026).
Evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DPPPA - PMD Provinsi Gorontalo,dr. Yana Yanti Suleman, SH, MH, M.KM, sebagai bagian dari strategi percepatan pencapaian target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026.
Pada hari pertama, tim DPPPA - PMD menyambangi Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Desa ini merupakan salah satu desa dengan jumlah penduduk terbanyak di wilayah Kecamatan Telaga.
Berdasarkan hasil pendataan, jumlah masyarakat yang terdata dalam P3KE mencapai 1.357 jiwa yang tersebar di lima dusun dan didukung oleh 10 enumerator desa.
Namun demikian, dalam proses pendataan masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan. Mulai dari warga yang pindah alamat, data kependudukan yang belum diperbarui, hingga warga yang sulit ditemui karena aktivitas pekerjaan.
Menanggapi hal tersebut, dr. Yana menegaskan bahwa Gorontalo Satu Data tidak sekadar proses pendataan, melainkan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.
"Data harus benar-benar valid dan mencerminkan kondisi riil masyarakat. Dari desa, diverifikasi secara berjenjang, hingga dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan," tegasnya.
Ia juga mendorong pembentukan grup komunikasi berbasis WhatsApp antara enumerator, penanggung jawab data, dan kepala desa agar progres pendataan dapat dipantau secara cepat dan real time.
Selain evaluasi data, DPPPA - PMD turut menekankan pentingnya penguatan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Menurut dr. Yana, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
"Semua harus bergerak. Mulai dari pemerintah desa, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat," ujarnya.
Pada hari kedua, tim melanjutkan evaluasi ke Desa Timbuolo Tengah, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.
Hasilnya, pendataan P3KE di desa tersebut dinilai berjalan sangat baik karena telah mencapai bahkan melampaui target, dengan total 183 jiwa terdata di empat dusun.
DPPPA - PMD pun memberikan apresiasi atas capaian tersebut. dr. Yana menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data dari tingkat paling bawah, yakni desa.
"Kalau datanya kuat, kebijakan akan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Melalui evaluasi ini, DPPPA - PMD Provinsi Gorontalo berharap seluruh desa semakin serius memperkuat tata kelola data dan sinergi lintas sektor, sehingga Gorontalo Satu Data benar-benar menjadi pijakan dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di daerah.
(ppid pppa - pmd provinsi gorontalo)