Wakil Gubernur Kenalkan Tiliaya Kepada Anak Usia Dini, DP3A-PMD Dan FIS UNG Dorong Pelestarian Kearifan Lokal
Wakil Gubernur Kenalkan Tiliaya kepada Anak Usia Dini, DP3A-PMD dan FIS UNG Dorong Pelestarian Kearifan Lokal
PEMPROV DPPPA-PMD - Upaya memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal Gorontalo terus dilakukan sejak usia dini. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan pengenalan Tiliaya kepada anak-anak PAUD/Taman Bermain di TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (30/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo, Ida Syahidah Rusli Habibie, secara langsung mengenalkan dan memberikan Tiliaya kepada anak-anak sebagai bagian dari edukasi kearifan lokal dan pengenalan pangan tradisional khas Gorontalo.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian kolaborasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo bersama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya daerah melalui pendekatan yang ramah dan menyenangkan bagi anak.
Dengan suasana yang penuh keakraban, Wakil Gubernur berinteraksi langsung dengan anak-anak sekaligus memperkenalkan Tiliaya sebagai salah satu makanan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Gorontalo.
Tiliaya merupakan pangan tradisional Gorontalo yang berbahan utama telur, gula aren, dan santan. Pengenalan makanan tradisional ini kepada anak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan, dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah.
Kehadiran Wakil Gubernur dalam kegiatan tersebut memberikan pesan bahwa pelestarian budaya dan kearifan lokal merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak dini.
Pengenalan Tiliaya dilakukan secara langsung kepada anak-anak agar mereka tidak hanya mengetahui nama makanan tradisional tersebut, tetapi juga memiliki pengalaman positif dalam mengenal kekayaan budaya Gorontalo.
Sebanyak 300 porsi Tiliaya diberikan kepada 300 anak PAUD/Taman Bermain dalam kegiatan edukasi tersebut. Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga diberikan oleh BSG.
Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi untuk Perlindungan Anak, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pewarisan Kearifan Lokal Gorontalo Sejak Usia Dini.”
Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, S.H., M.H., M.KM., menyampaikan bahwa pengenalan kearifan lokal kepada anak merupakan salah satu bentuk investasi budaya bagi generasi penerus.
Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengenal budaya daerah melalui cara yang sederhana, dekat dengan kehidupan mereka, serta sesuai dengan dunia anak.
“Pengenalan Tiliaya kepada anak-anak menjadi salah satu cara untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. Kita berharap anak-anak mengenal bahwa Gorontalo memiliki kekayaan budaya dan pangan tradisional yang perlu dijaga dan diwariskan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat secara luas.
Pengenalan Tiliaya kepada anak usia dini juga menjadi bagian dari rangkaian kerja sama antara Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo dan FIS UNG dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan kekuatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian kearifan lokal.
Melalui perguruan tinggi, berbagai kekayaan budaya daerah dapat dikaji, didokumentasikan, dan dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, pemerintah daerah memiliki peran dalam mendorong agar hasil pengetahuan, penelitian, dan inovasi tersebut dapat memberikan manfaat dalam pembangunan daerah.
Pengenalan Tiliaya kepada anak-anak diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan berbagai bentuk kearifan lokal Gorontalo lainnya kepada generasi penerus.
Budaya tidak hanya diwariskan melalui buku atau pembelajaran formal, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari. Makanan tradisional, bahasa daerah, kesenian, permainan tradisional, dan berbagai tradisi masyarakat dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak.
Melalui sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat, pelestarian kearifan lokal diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dari Tiliaya yang dikenalkan langsung kepada anak-anak, tumbuh harapan agar generasi penerus Gorontalo semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga warisan budaya daerahnya.
(PPID DPPPA-PMD PROVINSI)