Dari Kampus Ke Generasi Emas, DP3A-PMD Dan FIS UNG Perkuat Kolaborasi
Dari Kampus ke Generasi Emas, DP3A-PMD dan FIS UNG Perkuat Kolaborasi
PEMPROV DPPPA-PMD — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo memperkuat sinergi dengan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (30/9/2026), dan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Ida Syahidah Rusli Habibie.
Wakil Gubernur Gorontalo, Ida Syahidah Rusli Habibie, dalam arahannya mengapresiasi terbangunnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, khususnya dalam pemenuhan hak perempuan dan anak serta pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi ini harus memberikan dampak nyata. Perguruan tinggi memiliki kekuatan pada pengetahuan, penelitian dan inovasi, sementara pemerintah memiliki program dan kewenangan dalam pelayanan kepada masyarakat. Ketika keduanya disinergikan, diharapkan lahir program yang lebih tepat dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi ditindaklanjuti melalui program yang konkret, terukur dan berkelanjutan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pemberdayaan masyarakat dan desa.
Perjanjian kerja sama antara FIS UNG dan Dinas PPPA-PMD mencakup penyelenggaraan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata di masyarakat serta mendukung pengembangan kebijakan sosial di daerah.
Sementara itu Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas program pemerintah agar semakin berbasis pengetahuan, data, dan kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang diharapkan dapat melahirkan program-program konkret, inovasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi perempuan, anak, masyarakat dan desa,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, FIS UNG dan Dinas PPPA-PMD dapat mengembangkan berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan sosialisasi, penelitian bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan kelembagaan masyarakat dan pembangunan desa.
Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi kearifan lokal dan pembagian Tiliaya kepada anak-anak PAUD/Taman Bermain di TK Damhil UNG. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan pangan tradisional dan kearifan lokal Gorontalo kepada anak sejak usia dini dalam suasana yang menyenangkan dan ramah anak.
Tiliaya merupakan makanan tradisional Gorontalo yang berbahan utama telur, gula aren dan santan. Pengenalan Tiliaya kepada anak sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap makanan tradisional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan, keluarga, rasa syukur, serta kekayaan budaya daerah.
Sebanyak 300 porsi Tiliaya dibagikan kepada 300 anak PAUD/Taman Bermain sebagai bagian dari kegiatan edukasi kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari BSG.
Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi untuk Perlindungan Anak, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pewarisan Kearifan Lokal Gorontalo Sejak Usia Dini.”
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo bersama FIS UNG diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan inovasi, penelitian dan program pengabdian yang mendukung pembangunan sumber daya manusia serta menciptakan lingkungan yang semakin ramah bagi perempuan dan anak.
Penandatanganan PKS ini menjadi salah satu langkah awal untuk menjembatani kekuatan akademik dengan kebutuhan pembangunan di lapangan, sekaligus membangun fondasi kolaborasi yang berkelanjutan dari kampus menuju generasi emas Gorontalo.
(PPID DPPPA-PMD PROVINSI)