Loading...
Tingkatkan Kompetensi Pengelola Layanan, DPPPA-PMD Gorontalo Bekali Operator SIMFONI PPA Versi 3
2026-07-24
Tingkatkan Kompetensi Pengelola Layanan, DPPPA-PMD Gorontalo Bekali Operator SIMFONI PPA Versi 3

PEMPROV, DPPPA-PMD - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPA-PMD) Provinsi Gorontalo menggelar Pelatihan Manajemen Kasus pada Aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Versi 3 di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, selama dua hari, 23–24 Juli 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta yang merupakan operator SIMFONI PPA dari Dinas PPPA dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Peserta terdiri atas admin, penerima aduan, koordinator kasus, manajer kasus, hingga pendamping kasus yang memiliki peran strategis dalam penanganan kasus perempuan dan anak.

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada penyampaian materi oleh narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Atas arahan Kepala DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH, pelaksanaan pelatihan diarahkan langsung pada sesi pembelajaran agar seluruh waktu dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kapasitas peserta.

Memasuki hari kedua, Kepala DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo memberikan arahan kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa SIMFONI PPA Versi 3 bukan hanya menjadi sistem pencatatan dan pelaporan kasus, tetapi juga instrumen penting dalam manajemen kasus yang mendukung pelayanan terhadap korban secara menyeluruh, mulai dari penerimaan pengaduan, asesmen, pendampingan, pemberian layanan hingga penyelesaian kasus.

Yana mengungkapkan, berdasarkan data hingga 21 Juli 2026, tercatat sebanyak 85 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo. Kasus tersebut didominasi oleh kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, penelantaran, serta tindak pidana perdagangan orang. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus dijawab melalui penguatan kualitas layanan dan pengelolaan data yang akurat.

Menurutnya, data yang dihasilkan melalui SIMFONI PPA memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan program, pengalokasian anggaran, hingga monitoring dan evaluasi penyelenggaraan layanan perlindungan perempuan dan anak. Karena itu, setiap operator dituntut bekerja secara teliti, profesional, serta memastikan setiap kasus tercatat secara lengkap, akurat, dan tepat waktu dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas korban.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung visi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan kapasitas aparatur serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak.

Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam mengoperasikan SIMFONI PPA Versi 3, kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, UPTD PPA, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, pekerja sosial, psikolog, serta seluruh jejaring layanan perlindungan perempuan dan anak.

Melalui kegiatan ini, DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo berharap terwujud keseragaman pemahaman dalam pengelolaan manajemen kasus, meningkatnya kualitas data, serta pelayanan yang semakin profesional, responsif, terpadu, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak perempuan dan anak korban kekerasan di Provinsi Gorontalo.

(PPID PPPA - PMD PROVINSI GORONTALO)

Komentar
Chat WhatsApp Museum