PEMPROV, DPPPA-PMD- Upaya memperkuat layanan Posyandu di Kabupaten Bone Bolango terus digencarkan. Melalui roadshow pembinaan dan monitoring implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, pemerintah provinsi menghadirkan aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Langge, Kecamatan Tapa, Senin (4/6/2026), tidak hanya berisi pembinaan, tetapi juga diisi dengan penyaluran bantuan dan layanan kesehatan gratis.
Sebanyak 118 bantuan disalurkan secara rinci kepada warga. Terdiri dari 100 paket sembako yang diperuntukkan bagi masyarakat rentan, dengan rincian 15 paket bagi orang tua anak stunting serta 85 paket untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Selain itu, terdapat 18 paket perlengkapan bayi yang diberikan kepada kelompok sasaran khusus, yakni 2 paket untuk ibu hamil dan menyusui serta 16 paket untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan.
Tak hanya itu, bantuan tambahan berupa susu juga diberikan kepada anak-anak stunting sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi.
Masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan dokter spesialis penyakit dalam.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, menegaskan bahwa roadshow ini menjadi langkah konkret memastikan pelayanan dasar benar-benar hadir di tengah masyarakat.
"Bukan hanya bantuan, kami juga menghadirkan layanan kesehatan gratis agar masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya," ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, yang juga merupakan Penasehat Tim Pembina Posyandu.
Ia menilai, kehadiran pemerintah provinsi melalui program ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat desa.
"Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk perhatian nyata bagi masyarakat kami," ungkap Ismet.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu harus dijalankan secara serius dan terintegrasi.
"Saya sudah libatkan semua OPD. Tidak boleh ada yang mengabaikan program ini," tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Langge, Salim Sunati, menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penting yang memberikan semangat baru bagi warganya.
Diketahui, Desa Langge memiliki 1.058 jiwa yang tersebar dalam 348 kepala keluarga. Implementasi enam SPM Posyandu di desa ini telah berjalan melalui kolaborasi pemerintah desa, puskesmas, dan kader kesehatan.
Dari 161 pasangan usia subur, sebanyak 121 telah memanfaatkan layanan keluarga berencana sebagai indikator peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Dilanjutkan di Onato, Tekankan Integrasi Lintas OPD
Pada hari yang sama, roadshow berlanjut di Rumah Makan Onato dengan agenda penguatan implementasi Posyandu terintegrasi berbasis enam SPM.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango, Ruwaidah Mile, dalam laporannya menyebutkan terdapat 207 Posyandu di Bone Bolango.
Dari jumlah tersebut, 157 Posyandu telah menjalankan enam SPM, sementara sekitar 50 lainnya telah terintegrasi dengan program Kementerian Desa.
"Desa Langge menjadi pilot project dari provinsi. Ke depan, setiap kecamatan akan memiliki satu desa percontohan," jelasnya.
Sementara itu, Nani Mokodongan menegaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi lembaga mandiri yang tidak lagi berada di bawah Pokja IV PKK.
Menurutnya, perubahan ini menandai peran strategis Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi lintas sektor.
"Posyandu tidak lagi hanya soal kesehatan. Ada pendidikan, sosial, pekerjaan umum, hingga ketertiban masyarakat yang terlibat," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi enam OPD dalam menangani berbagai persoalan di desa melalui konsep pilot project.
"Semua permasalahan desa harus dikeroyok bersama oleh OPD. Itu kunci keberhasilan program ini," ujarnya.
Selain itu, peran Bappeda dan badan keuangan disebut menjadi kunci dalam memastikan dukungan anggaran dan perencanaan program berjalan optimal.
"Tidak boleh ada alasan program tidak berjalan karena anggaran. Semua harus bergerak," Tandasnya.
Melalui roadshow ini, pemerintah berharap Posyandu tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi simpul utama pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi dan berdampak langsung hingga ke tingkat desa.
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)