Loading...
Gorontalo Perkuat Perlindungan Anak, Sistem EWS Bullying Mulai Diaktifkan
2026-09-22
Gorontalo Perkuat Perlindungan Anak, Sistem EWS Bullying Mulai Diaktifkan

PEMPROV DPPPA-PMD - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo terus memperkuat kelembagaan data gender dan anak sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan yang responsif gender dan ramah anak.

Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat pertemuan terkait Pengaktifan Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) Provinsi Gorontalo serta Early Warning System (EWS) Bullying, yang dilaksanakan di Ruangan Data Center Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo. Dalam pertemuan ini, Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo,diwakili oleh Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak, Arifandy Pelealu, S.Kep., Ns.

Pertemuan membahas langkah-langkah strategis dalam mengaktifkan dan mengoptimalkan sistem informasi yang dapat mendukung penyediaan data gender dan anak secara terintegrasi, akurat, mutakhir, dan mudah dimanfaatkan oleh perangkat daerah terkait.

Selain penguatan sistem informasi gender dan anak, pertemuan juga membahas pengembangan Early Warning System (EWS) Bullying sebagai salah satu instrumen untuk mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap kasus perundungan, khususnya yang melibatkan anak.

Sementara itu Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, S.H., M.H., M.KM, menyampaikan bahwa penguatan data menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan dan program perlindungan perempuan dan anak disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang nyata di lapangan.

“Data gender dan anak yang akurat, terintegrasi, dan mutakhir sangat penting sebagai dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Karena itu, penguatan Sistem Informasi Gender dan Anak perlu dilakukan secara bersama-sama lintas perangkat daerah agar data yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan dalam pembangunan yang responsif gender dan ramah anak,” ujar Yana.

Menurutnya, keberadaan EWS Bullying juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat mekanisme pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi perundungan di lingkungan anak.

“Kita ingin membangun sistem yang tidak hanya mencatat data, tetapi juga mampu memberikan informasi yang dapat menjadi dasar untuk melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara lebih cepat. EWS Bullying diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, Arifandy Pelealu, menegaskan bahwa pengaktifan sistem tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, terutama perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan penyediaan maupun pemanfaatan data.

Ia menyampaikan bahwa integrasi data akan memudahkan pemerintah dalam memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo.

“Melalui pertemuan ini, kita mendorong adanya kesamaan pemahaman dan langkah teknis dalam pengaktifan sistem informasi gender dan anak serta EWS Bullying. Harapannya, sistem ini dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk mendukung kebijakan perlindungan perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo,” ungkap Arifandy.

Penguatan sistem informasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo untuk membangun tata kelola data yang lebih baik, sehingga berbagai program pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak anak, serta perlindungan perempuan dan anak dapat direncanakan dan dievaluasi secara lebih terukur.

Melalui sinergi antara Dinas PPPA-PMD dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo serta perangkat daerah terkait, diharapkan pengelolaan data gender dan anak dapat semakin terintegrasi dan mampu mendukung terwujudnya pembangunan Provinsi Gorontalo yang inklusif, responsif gender, serta memberikan perlindungan yang optimal bagi anak.

(PPID-DPPPA-PMD PROVINSI)

Komentar
Chat WhatsApp Museum