Loading...
Dari Bantuan Hingga Transformasi Layanan, Tabumela Jadi Pilot Project Posyandu 6 SPM
2026-05-05
Dari Bantuan hingga Transformasi Layanan, Tabumela Jadi Pilot Project Posyandu 6 SPM

PEMPROV, DPPPA- PMD - Komitmen memperkuat layanan Posyandu terus digencarkan melalui Roadshow Pembinaan dan Monitoring Implementasi Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Selasa (5/5/2026).

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, sebagai bentuk nyata kehadiran pelayanan dasar bagi masyarakat.

Sebanyak 134 bantuan disalurkan, terdiri dari 100 paket bahan pangan dan 34 paket perlengkapan bayi. Paket bahan pangan diperuntukkan bagi kelompok rentan, yakni 29 orang tua anak stunting serta 71 lansia dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, paket perlengkapan bayi diberikan kepada 20 ibu hamil serta 14 bayi usia 0 hingga 6 bulan. Bantuan susu untuk anak stunting juga disiapkan sebanyak 267 dus dan diserahkan secara simbolis karena masih dalam proses pengadaan.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah.
"Bantuan ini terdiri dari berbagai jenis, mulai dari bahan pangan, susu, hingga perlengkapan ibu dan bayi. Mudah-mudahan bisa membantu kebutuhan masyarakat hingga Idul Adha," ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan lanjutan juga akan disalurkan melalui TP PKK Provinsi Gorontalo, baik dari Pokja IV maupun Pokja III, yang mencakup kebutuhan pangan dan rempah-rempah.

Menurutnya, Desa Tabumela ditetapkan sebagai desa pilot project yang akan ditangani bersama oleh enam OPD melalui enam bidang SPM.

"Desa Tabumela ini menjadi pilot project, yang akan ditangani bersama oleh enam OPD melalui enam bidang SPM," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tabumela mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan dampak besar, khususnya dalam percepatan penurunan stunting di wilayahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Grand Bukit Proja, Limboto, dengan agenda pembinaan dan monitoring.

   

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menekankan pentingnya penguatan Posyandu berbasis kolaborasi lintas sektor dalam implementasi enam SPM.

Ia juga menyoroti capaian Desa Tabumela yang dinilai progresif, antara lain keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan melalui program berbasis masyarakat, penguatan ekonomi melalui BUMDes, serta berbagai inovasi kader Posyandu.

Di bidang perlindungan perempuan dan anak, desa ini juga menunjukkan capaian positif melalui regulasi pencegahan kekerasan, pembentukan satgas hingga tingkat dusun, serta program edukasi perempuan. Tabumela bahkan meraih predikat Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak serta berhasil menekan angka pernikahan anak hingga nol kasus.

Usai pemaparan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan, menegaskan bahwa implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 bukan sekadar administratif, tetapi merupakan arah kebijakan strategis.

"Permendagri ini bukan hanya regulasi administratif, tetapi sudah menjadi arah kebijakan strategis. Posyandu harus benar-benar menjadi pusat pelayanan masyarakat di desa," tegasnya.
Ia juga menambahkan, Posyandu kini telah bertransformasi menjadi lembaga mandiri yang tidak lagi berada di bawah Pokja IV PKK.

"Dulu Posyandu berada di PKK Pokja IV dan bersama PAUD, sekarang sudah menjadi satu lembaga tersendiri yang diketuai langsung oleh Menteri Dalam Negeri. Ini menunjukkan betapa strategisnya peran Posyandu ke depan," tambahnya.

Sebagai penutup, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gorontalo, Dr. Sumanti Maku, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Atas nama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, kami menyampaikan terima kasih. Kegiatan ini bukan sekadar penuntasan program, tetapi juga memberi inspirasi dalam membahas persoalan di desa," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa desa merupakan pusat dari berbagai program pemerintah.

"Desa adalah center of gravity dari program pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten. Karena itu, hampir semua intervensi bermuara di desa,"  jelasnya.
Ia juga menyoroti adanya catatan penting dari diskusi, mulai dari aspek regulasi hingga tantangan fiskal yang dihadapi secara berjenjang.

"Kita melihat regulasi sudah ada di setiap level, namun persoalan fiskal menjadi catatan kritis yang perlu kita pahami bersama," ungkapnya.

Ia turut menyampaikan rasa syukur atas ditetapkannya Desa Tabumela sebagai desa sasaran oleh pemerintah provinsi.

"Kami bersyukur Desa Tabumela dipilih sebagai lokus. Ini sangat membantu Kabupaten Gorontalo dalam mendorong percepatan program," katanya.

Mengakhiri pernyataannya, ia kembali menyampaikan apresiasi kepada Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo beserta rombongan.

"Terima kasih kepada Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo yang sejak pagi bersama kami di desa hingga kegiatan hari ini. Ini menjadi energi besar bagi kami di daerah," tutupnya.

Melalui roadshow ini, pemerintah berharap Posyandu semakin kuat sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi lintas sektor, serta memberikan dampak nyata hingga ke tingkat desa.
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)

Komentar