Loading...
Skrining Kesehatan Mental Di SMA Negeri 1 Tapa, Sejumlah Siswa Direkomendasikan Dapat Pendampingan Lanjutan
2026-08-04
Skrining Kesehatan Mental di SMA Negeri 1 Tapa, Sejumlah Siswa Direkomendasikan Dapat Pendampingan Lanjutan

PEMPROV, DPPPA-PMD - Upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan mental peserta didik terus diperkuat melalui pelaksanaan skrining dan layanan konseling psikologis di lingkungan sekolah. Pada Selasa (4/8/2026), tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) Provinsi Gorontalo, melaksanakan skrining kesehatan mental terhadap 50 siswa di SMA Negeri 1 Tapa.

Kegiatan ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak. Upaya deteksi dini kesehatan mental menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil skrining, sebanyak 13 siswa memperoleh hasil yang mengindikasikan perlunya asesmen lanjutan. Seluruhnya kemudian mendapatkan layanan konseling individual oleh psikolog guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kondisi psikologis masing-masing siswa.

Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar persoalan yang dialami siswa berkaitan dengan dinamika keluarga dan pengalaman sosial yang berdampak terhadap kesehatan mental mereka.

Sebanyak tujuh siswa terindikasi mengalami tekanan psikologis akibat kondisi keluarga yang kurang harmonis. Dalam sesi konseling, mereka mengungkapkan kerap menyaksikan konflik yang terjadi di lingkungan keluarga, sehingga memengaruhi rasa aman, kenyamanan, serta ketenangan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, satu siswa mengungkapkan kondisi ekonomi keluarga yang membuatnya harus tinggal bersama kerabat demi melanjutkan pendidikan. Dalam proses konseling, siswa tersebut mengaku mengalami dugaan perlakuan yang tidak layak selama tinggal bersama keluarga pengganti. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologisnya sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.

Sementara itu, lima siswa lainnya mengaku memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua. Beberapa di antaranya juga pernah mengalami perundungan (bullying) pada jenjang pendidikan sebelumnya. Pengalaman tersebut masih menyisakan dampak berupa kecemasan, rasa takut, maupun gejala stres yang memerlukan perhatian dan pendampingan.

Berdasarkan hasil konseling, psikolog merekomendasikan agar guru Bimbingan dan Konseling (BK) melakukan pemantauan serta pendampingan lanjutan terhadap sembilan siswa yang dinilai membutuhkan perhatian khusus. Pendampingan di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu memantau perkembangan kondisi psikologis mereka sekaligus memastikan tersedianya dukungan yang berkesinambungan.

Kegiatan skrining ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk memastikan peserta didik yang membutuhkan dukungan psikososial memperoleh pendampingan secara tepat melalui sinergi antara sekolah, tenaga profesional, orang tua, dan instansi terkait. Diharapkan, langkah tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Pelaksanaan skrining dan konseling juga menjadi pengingat bahwa kesehatan mental peserta didik merupakan tanggung jawab bersama. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, berbagai persoalan psikologis dapat dikenali lebih awal sehingga risiko yang lebih berat dapat dicegah melalui pendampingan yang berkelanjutan.

( PPID PPPA - PMD PROVINSI GORONTALO)

Komentar
Chat WhatsApp Museum