Loading...
Musyawarah The Creative Women Jadi Ruang Perempuan Gorontalo Perkuat Kreativitas Dan Kemandirian
2026-08-16
Musyawarah The Creative Women Jadi Ruang Perempuan Gorontalo Perkuat Kreativitas dan Kemandirian

PEMPROV, DPPPA-PMD - Perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat. Karena itu, kreativitas dan potensi perempuan perlu terus diperkuat agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Pesan tersebut mengemuka dalam Musyawarah The Creative Women yang digelar Minggu, 16 Agustus 2026, di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat jejaring serta membangun komitmen bersama dalam mendorong perempuan Gorontalo semakin kreatif dan mandiri.

Musyawarah tersebut dihadiri Pembina The Creative Women dr. Nurinda Rahim, Kepala RRI, FKP RRI, PAP RRI serta komunitas perempuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPA-PMD) Provinsi Gorontalo diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Eldat Rahim.

Dalam sambutan Kepala Dinas yang disampaikan Eldat Rahim, disampaikan bahwa musyawarah harus mampu menghasilkan gagasan dan langkah nyata, bukan sekadar keputusan organisasi.

“Musyawarah merupakan ruang untuk menyatukan gagasan, membangun komitmen, memperkuat kolaborasi dan merumuskan langkah nyata bagi kemajuan perempuan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, Gorontalo memiliki banyak perempuan yang memiliki kreativitas, keterampilan dan semangat kewirausahaan. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar mampu menghasilkan nilai tambah dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan keluarga.

Perkembangan teknologi digital juga menjadi peluang besar bagi perempuan untuk memperluas pasar. Produk lokal yang dihasilkan perempuan Gorontalo dapat dipasarkan lebih luas dengan memanfaatkan platform digital.

Untuk itu, The Creative Women diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pendampingan, inovasi, penguatan branding, legalitas, pemasaran hingga pengelolaan keuangan.

“Perempuan tidak hanya kreatif menghasilkan produk, tetapi juga harus mampu mengelola usaha secara profesional,” katanya.

Pemberdayaan juga diharapkan dilakukan secara inklusif dengan memberikan ruang kepada perempuan pelaku UMKM, perempuan di desa, perempuan muda, perempuan penyandang disabilitas serta kelompok perempuan lainnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menilai kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat pemberdayaan perempuan. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan media diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Harapannya, hasil musyawarah ini tidak berhenti sebagai keputusan di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi program dan gerakan nyata,” tegas Eldat.

Musyawarah The Creative Women diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas ruang perempuan Gorontalo dalam berkarya, berusaha dan membangun kemandirian.

Ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh, kreativitas berubah menjadi peluang dan peluang dapat menjadi kekuatan ekonomi bagi keluarga serta masyarakat.

(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)

Komentar
Chat WhatsApp Museum