Kepala Dinas PPPA-PMD Gorontalo Dorong Finalisasi RAD PUG Untuk Memperkuat Pembangunan Berperspektif Gender
Kepala Dinas PPPA-PMD Gorontalo Dorong Finalisasi RAD PUG untuk Memperkuat Pembangunan Berperspektif Gender
PEMPROV, DPPPA-PMD - Terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang setara,
inklusif, dan berkeadilan gender melalui penyusunan dan finalisasi Rencana
Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG).
Finalisasi matriks RAD PUG tersebut dibahas dalam workshop
yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Agustus 2026, di Hotel Aston
Gorontalo. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi bagi perangkat daerah
untuk memastikan program dan kegiatan pembangunan telah mengakomodasi
perspektif gender secara terukur dan berkelanjutan.
Workshop dibuka dengan sambutan Sekretaris Daerah
Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim yang disampaikan oleh Asisten I Sekda
Provinsi Gorontalo Risjon Kuningan Sunge.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa Pengarusutamaan
Gender (PUG) merupakan strategi pembangunan yang harus diterapkan secara
sistematis dan terencana dalam seluruh tahapan pembangunan.
“Implementasi PUG bukan sekadar kewajiban atau urusan satu
dinas saja, melainkan strategi pembangunan menyeluruh,” kata Sekda.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah memiliki Peraturan
Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengarusutamaan Gender sebagai landasan
hukum bagi seluruh perangkat daerah dalam mengintegrasikan perspektif gender ke
dalam proses pembangunan.
Keberadaan regulasi tersebut, lanjut Sekda, perlu diikuti
dengan penguatan tata kelola PUG, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi program pembangunan.
Sekda juga menekankan pentingnya komitmen pimpinan,
penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta
ketersediaan data terpilah yang akurat. Data tersebut menjadi salah satu
instrumen penting agar perumusan kebijakan dan program pembangunan dapat lebih
tepat sasaran.
Ia turut mengajak DPRD, media, perguruan tinggi, jaringan
masyarakat sipil dan dunia usaha untuk mengambil bagian dalam mendukung
implementasi PUG di Provinsi Gorontalo.
“Keberhasilan pembangunan yang berkeadilan gender
membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Penyusunan RAD PUG Provinsi Gorontalo juga diperkuat melalui
kolaborasi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama SKALA, kemitraan Indonesia
dan Australia, khususnya dalam mendukung penguatan pembangunan inklusif dan
kebijakan yang responsif gender.
Melalui kolaborasi tersebut, RAD PUG diharapkan tidak
berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi mampu menjadi instrumen yang
memperkuat koordinasi, partisipasi, implementasi, monitoring, dan evaluasi
pembangunan yang responsif gender di daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH,
MH, MKM, mengatakan workshop finalisasi matriks RAD PUG merupakan bagian
penting untuk memastikan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat
diterjemahkan ke dalam program kerja yang konkret.
“Finalisasi matriks RAD PUG ini bukan hanya menyelesaikan
dokumen, tetapi memastikan setiap perangkat daerah memiliki arah dan tanggung
jawab yang jelas dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam
pembangunan,” ujar Yana.
Menurutnya, RAD PUG harus menjadi instrumen bersama dalam
mengawal agar kebijakan, program dan kegiatan pemerintah daerah memberikan
manfaat yang adil bagi perempuan dan laki-laki, termasuk kelompok masyarakat
yang memiliki kebutuhan berbeda.
“Yang kita dorong adalah bagaimana PUG benar-benar hadir
dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Karena itu,
matriks RAD PUG harus realistis, terukur, memiliki indikator yang jelas, serta
dapat dikawal pelaksanaannya oleh seluruh perangkat daerah,” jelasnya.
Yana menambahkan, penguatan PUG membutuhkan sinergi lintas
sektor. Dinas PPPA-PMD sebagai perangkat daerah yang memiliki peran strategis
dalam fasilitasi PUG akan terus mendorong koordinasi dan pendampingan kepada
perangkat daerah agar implementasi PUG semakin efektif.
“Pembangunan yang responsif gender pada akhirnya bukan hanya
berbicara tentang perempuan, tetapi tentang bagaimana seluruh masyarakat
memperoleh kesempatan, akses, manfaat dan hasil pembangunan secara adil,”
katanya.
Untuk memastikan implementasi PUG lebih terukur, workshop
juga diarahkan pada penyusunan rencana kerja tahunan PUG Tahun 2027
sebagai basis pengawalan pelaksanaan PUG di Provinsi Gorontalo.
Rencana kerja tersebut nantinya menjadi acuan dalam
melakukan evaluasi pada akhir 2027 sekaligus menjadi bahan penyusunan
rekomendasi untuk pelaksanaan PUG pada tahun berikutnya.
Melalui finalisasi RAD PUG dan penyusunan rencana kerja tahunan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap implementasi PUG semakin terarah, terukur dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat pembangunan Gorontalo yang inklusif serta memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)