Kadis PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, Dari Asta Cita Menuju Implementasi PUG Di Provinsi Gorontalo
Kadis PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, Dari Asta Cita Menuju Implementasi PUG di Provinsi Gorontalo
PEMPROV DPPPA-PMD - Pengarusutamaan Gender (PUG) harus menjadi bagian nyata dari arah pembangunan nasional dan daerah. Semangat pembangunan yang terkandung dalam *Asta Cita* perlu diterjemahkan secara konkret dalam kebijakan, program dan penganggaran yang mampu memberikan kesempatan dan manfaat pembangunan secara adil bagi seluruh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, saat mengikuti Peluncuran Video Pembelajaran Pengarusutamaan Gender yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Program SKALA, Program Kemitraan Australia–Indonesia.
Menurut Yana, pembangunan menuju Indonesia yang maju, mandiri dan berkeadilan sebagaimana arah Asta Cita membutuhkan pendekatan pembangunan yang mampu melihat secara nyata kondisi, kebutuhan dan persoalan yang dihadapi oleh perempuan maupun laki-laki.
“Dari Asta Cita kita harus bergerak menuju implementasi. Jangan sampai komitmen terhadap kesetaraan gender hanya berhenti dalam dokumen perencanaan. PUG harus hadir dalam kebijakan dan program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Yana.
Ia menjelaskan bahwa implementasi PUG di Provinsi Gorontalo harus diperkuat mulai dari ketersediaan *data terpilah*, identifikasi kesenjangan gender, penyusunan perencanaan responsif gender hingga pengalokasian anggaran yang mampu menjawab permasalahan secara tepat sasaran.
Lebih lanjut, Yana menekankan bahwa PUG bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas PPPA-PMD. Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk mengintegrasikan perspektif gender sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
“Dinas PPPA-PMD berperan sebagai penggerak dan penguat koordinasi, tetapi keberhasilan PUG sangat ditentukan oleh komitmen seluruh perangkat daerah. Karena itu, kita harus membangun pemahaman bersama bahwa gender bukan isu satu sektor, melainkan strategi untuk meningkatkan kualitas pembangunan,” ujarnya.
Melalui peluncuran Video Pembelajaran PUG oleh Kementerian PPN/Bappenas dan SKALA, Pemerintah Provinsi Gorontalo diharapkan memperoleh instrumen pembelajaran yang dapat memperkuat kapasitas aparatur dan mempercepat implementasi pembangunan responsif gender.
Yana optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media, Provinsi Gorontalo dapat memperkuat implementasi PUG secara lebih terukur.
“Dari Asta Cita menuju Gorontalo yang maju dan berkeadilan, kita harus memastikan bahwa pembangunan tidak meninggalkan siapa pun. *PUG adalah salah satu instrumen penting untuk memastikan pembangunan benar-benar adil, inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat*,” pungkasnya.
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)