Hasil Skrining SMAN 1 Dengilo: Siswa Butuh Pendampingan
Hasil Skrining SMAN 1 Dengilo: Siswa Butuh Pendampingan
PEMPROV, DPPPA-PMD - Sejumlah 12 siswa terdeteksi mengalami gangguan psikis mulai dari tingkat stres, kecemasan, hingga dampak trauma perundungan akibat konflik keluarga dan keterbatasan ekonomi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, berdasarkan skrining serta asesmen mental terhadap 50 siswa SMA Negeri 1 Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Jumat (7/8/2026).
Yana mengatakan, kondisi tersebut dipicu oleh ketidakharmonisan hubungan dengan orang tua, perselisihan finansial, dugaan perselingkuhan, hingga tekanan trauma masa lalu yang membuat para siswa menarik diri dari pergaulan sosial.
“Bayang-bayang pikiran seperti ini yang akhirnya menciptakan bentuk gangguan psikis bagi para siswa ini, di antaranya mengalami gangguan seperti stres, takut, atau kecemasan,” ujar Yana.
Yana mengatakan, salah satu siswa bahkan mengalami penurunan kepercayaan diri akibat perundungan masa SD dan SMP, sementara siswa lainnya mengalami penurunan prestasi belajar akibat berlebihan memikirkan kondisi orang tua yang sakit parah.
Guna meminimalisir dampak gangguan emosional tersebut, para siswa terdampak telah mendapatkan intervensi awal berupa konseling individual dan penguatan.
Berdasarkan evaluasi akhir, tim psikolog pemeriksa merekomendasikan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah untuk melakukan pengawasan ketat serta pendampingan lanjutan guna memantau perkembangan kondisi psikologis belasan siswa tersebut di lingkungan sekolah. (PPID PPPA - PMD PROVINSI GORONTALO)