DWP Dinas PPPA-PMD Gorontalo Siapkan Pangan Bergizi Berbasis Kearifan Lokal Untuk Cegah Stunting
DWP Dinas PPPA-PMD Gorontalo Siapkan Pangan Bergizi Berbasis Kearifan Lokal untuk Cegah Stunting
PEMPROV, DPPPA-PMD - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPPA-PMD) Provinsi
Gorontalo menyiapkan program pengembangan makanan bergizi berbasis kearifan
lokal sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting pada anak.
Program tersebut direncanakan mulai digali dan dikembangkan
pada Agustus 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan
Republik Indonesia. Fokusnya adalah mengidentifikasi berbagai bahan pangan
lokal yang memiliki kandungan gizi baik dan dapat diolah menjadi makanan yang
menarik serta sesuai dengan kebutuhan anak.
Ketua DWP Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, Ny.
Sutyaningsih Arifandi Pelealu, mengatakan program ini secara khusus
menyasar anak-anak usia PAUD, TK hingga Sekolah Dasar (SD).
“Dalam rangka Hari Kemerdekaan, di bulan Agustus ini kami
akan melakukan penggalian makanan bergizi berbasis kearifan lokal untuk
pencegahan stunting pada anak-anak. Sasaran utamanya adalah anak-anak PAUD, TK,
dan SD,” ujar Sutyaningsih.
Menurut dia, pemanfaatan pangan lokal penting dikembangkan
karena bahan-bahannya relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Dengan
kreativitas dalam pengolahan, pangan lokal dapat disajikan menjadi menu yang
bergizi sekaligus menarik bagi anak-anak.
Program tersebut, lanjutnya, tidak hanya diarahkan pada
pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga
dan masyarakat untuk kembali mengenali potensi pangan yang tersedia di daerah.
Sutyaningsih berharap pengembangan makanan bergizi berbasis
kearifan lokal dapat menjadi bagian dari upaya membangun pola konsumsi sehat
sejak usia dini.
“Harapannya, kita bisa menggali potensi makanan lokal yang
bergizi dan bisa dikonsumsi anak-anak. Jadi, kearifan lokal yang ada dapat kita
manfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” katanya.
Ia menambahkan, pemilihan PAUD, TK hingga SD sebagai sasaran
program karena usia tersebut merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan anak. Pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi salah satu hal
penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa
Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., MH., M.Kes.
Menurut dr. Yana, inisiatif DWP dalam menggali dan
mengembangkan pangan bergizi berbasis kearifan lokal merupakan langkah positif
yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang
anak.
Ia menilai, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk
keluarga, lingkungan pendidikan, organisasi perempuan dan masyarakat.
“Program ini sangat baik karena mengangkat potensi pangan
lokal yang ada di daerah kita. Selain membantu pemenuhan gizi anak, kegiatan
ini juga dapat menjadi edukasi kepada keluarga bahwa makanan bergizi tidak
harus mahal dan dapat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar kita,”
ujar dr. Yana.
Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara
berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan di bulan Agustus saja.
Menurutnya, pengembangan pangan lokal perlu terus didorong agar masyarakat
semakin memahami pentingnya makanan bergizi bagi anak.
Melalui program tersebut, DWP Dinas PPPA-PMD Provinsi
Gorontalo diharapkan dapat turut memperkuat gerakan pencegahan stunting
sekaligus mendorong pemanfaatan kekayaan pangan lokal Gorontalo.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, pengembangan pangan berbasis kearifan lokal juga diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi daerah serta membangun kebiasaan konsumsi makanan sehat sejak usia dini.
(PPID PPPA - PMD PROVINSI GORONTALO)