Loading...
DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo Turun Ke Sekolah, Bekali Siswa SMA Negeri 1 Botumoito Cegah Kekerasan Sejak Dini
2026-07-30
DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo Turun ke Sekolah, Bekali Siswa SMA Negeri 1 Botumoito Cegah Kekerasan Sejak Dini

PEMPROV, DPPPA-PMD - Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak terus diperkuat. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPA-PMD), kegiatan asesmen dan edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak digelar di SMA Negeri 1 Botumoito, Kabupaten Boalemo, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif pemerintah untuk membangun kesadaran peserta didik terhadap pentingnya perlindungan anak sekaligus mengidentifikasi potensi risiko kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam mewujudkan Gorontalo yang maju, unggul, dan sejahtera melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu misi pemerintah daerah adalah meningkatkan kualitas SDM yang berkarakter, memperkuat ketahanan keluarga, serta memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Sekitar 85 peserta didik baru bersama siswa lainnya mengikuti kegiatan yang turut dihadiri Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Botumoito, jajaran guru, DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo, perwakilan Dinas PPPA Kabupaten Boalemo, serta tim pelaksana dari Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak.

Dalam sambutannya, Kepala DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib mendapatkan perlindungan. Melalui asesmen ini kami ingin mengetahui kondisi perlindungan anak di sekolah, sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada seluruh warga sekolah," ujarnya.

Ia juga mengajak peserta didik agar tidak takut melapor apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan. Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diawali dengan asesmen untuk memetakan tingkat pemahaman siswa terkait kekerasan terhadap anak, potensi risiko di lingkungan sekolah, serta kebutuhan perlindungan yang diperlukan. Hasil asesmen tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat kebijakan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Materi edukasi disampaikan oleh psikolog klinis, pekerja sosial (Peksos), dan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Gorontalo. Para narasumber membahas dampak psikologis terhadap korban, bentuk-bentuk kekerasan, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi tindak kekerasan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait upaya melindungi diri serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo berharap budaya sekolah ramah anak semakin mengakar di seluruh satuan pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kekerasan sekaligus memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, khususnya dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan sebagai modal utama menuju Gorontalo yang lebih maju dan sejahtera.
( PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)

Komentar
Chat WhatsApp Museum