Dinas PPPA-PMD Gorontalo Dorong Anak Jadi Pelopor Dan Pelapor Dalam Mewujudkan Kabupaten Ramah Anak
Dinas PPPA-PMD Gorontalo Dorong Anak Jadi Pelopor dan Pelapor dalam Mewujudkan Kabupaten Ramah Anak
PEMPROV, DPPPA-PMD - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo terus memperkuat komitmen dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Perlindungan Hak Anak (PHA) pada kegiatan penguatan peran anak sebagai pelopor dan pelapor di Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong anak agar tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, positif, inklusif, dan ramah anak.
Ketua TP-PKK sekaligus Bunda Ramah Anak Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh pendidikan, bermain, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Anak harus jadi pelopor dan pelapor. Sebagai pelopor, anak harus jadi contoh dan penggerak hal positif. Berani menolak perundungan, menghargai perbedaan, dan mengembangkan kreativitas,” ujar Maryam.
Menurutnya, peran anak sebagai pelapor juga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman. Anak didorong untuk berani menyampaikan laporan apabila melihat atau mengalami kekerasan, perundungan maupun pelecehan.
“Sebagai pelapor, anak harus berani melaporkan jika melihat atau mengalami kekerasan, perundungan, pelecehan. Melapor bukan mengadu, tapi bentuk keberanian melindungi diri dan orang lain,” tegasnya.
Maryam juga mengingatkan anak-anak untuk memanfaatkan masa pertumbuhan dengan sebaik-baiknya, khususnya dengan fokus pada pendidikan, pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan pencapaian cita-cita.
Ia menegaskan bahwa perkawinan membutuhkan kematangan dan kesiapan, baik secara fisik, mental, sosial maupun ekonomi. Karena itu, anak diharapkan tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah dan dapat menggunakan masa anak untuk mempersiapkan masa depan.
“Karena itu masa anak gunakan untuk belajar, membangun karakter, meraih cita-cita dan mempersiapkan masa depan,” katanya.
Maryam mengajak anak-anak untuk berani mengejar cita-cita dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan lingkungan.
“Jangan biarkan tekanan lingkungan menghentikan cita-cita kalian,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Maryam menitipkan tiga pesan utama kepada anak-anak, yakni menjadi pelopor kebaikan, menjadi pelapor ketika melihat ketidakadilan atau kekerasan, serta menjadi generasi yang mampu menjaga masa depan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., MH., MKM, menyampaikan bahwa keterlibatan anak sebagai pelopor dan pelapor merupakan bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak.
“Anak bukan hanya menjadi penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pelopor dan pelapor. Anak harus diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan potensi, serta berani mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang positif dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi,” ujar Yana.
Menurutnya, keberanian anak untuk melaporkan kekerasan, perundungan, pelecehan, maupun berbagai bentuk pelanggaran hak anak harus terus dibangun melalui edukasi dan pendampingan yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
“Melapor bukan berarti mengadu. Keberanian untuk melapor ketika melihat atau mengalami kekerasan merupakan bentuk kepedulian dan upaya melindungi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, anak perlu mengetahui bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan memperoleh lingkungan yang aman,” jelasnya.
Yana juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk fokus pada pendidikan dan pengembangan diri sebagai bekal dalam membangun masa depan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pencegahan berbagai persoalan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak, termasuk perundungan, kekerasan, diskriminasi, dan perkawinan anak.
“Kita ingin anak-anak Gorontalo tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, berprestasi, dan mampu menentukan masa depannya. Karena itu, masa anak harus diisi dengan pendidikan, pengembangan bakat, kegiatan positif, serta lingkungan yang mendukung mereka untuk meraih cita-cita,” katanya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Pemerintah daerah terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media, serta anak itu sendiri. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan ekosistem perlindungan anak yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap momentum kegiatan tersebut dapat semakin meningkatkan kesadaran dan keberanian anak untuk menjadi pelopor kebaikan, pelapor ketika menemukan kekerasan atau ketidakadilan, serta generasi yang mampu menjaga dan mempersiapkan masa depan.
Maryam menegaskan bahwa TP-PKK Kabupaten Gorontalo akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program dan gerakan perlindungan anak.
“TP-PKK akan terus dukung perlindungan anak. Mari wujudkan Anak Hebat, Anak Terlindungi, Kabupaten Gorontalo Ramah Anak,” tutup Maryam.
(PPID PPPA-PMD PROVINSI GORONTALO)