Matangkan Persiapan Lomba Kader Posyandu 2026, Dinas PPPA-PMD Gorontalo Bahas Indikator Penilaian 6 Bidang SPM
PEMPROV DPPPA-PMD - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo melaksanakan rapat awal pelaksanaan Lomba Kader Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026. Selasa, 13 Oktober 2026, Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan persiapan, menyamakan persepsi, serta memastikan pelaksanaan lomba berjalan secara objektif, transparan, terukur, dan akuntabel.
Rapat awal tersebut membahas kesiapan teknis pelaksanaan lomba, mekanisme penilaian, indikator penilaian peserta, serta persiapan tahapan wawancara melalui aplikasi Zoom. Pembahasan mengacu pada petunjuk teknis Lomba Kader Posyandu 6 Bidang SPM Tahun 2026 yang disusun sebagai pedoman bagi panitia dan tim penilai dalam melaksanakan seluruh tahapan kegiatan.
Lomba ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memberikan apresiasi kepada kader Posyandu sekaligus mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan pelayanan terpadu di desa.
Dalam pelaksanaannya, lomba menyasar kader Posyandu dari lima desa percontohan (pilot project) implementasi 6 Bidang SPM di Provinsi Gorontalo, yaitu Desa Langge, Kabupaten Bone Bolango; Desa Tabumela, Kabupaten Gorontalo; Desa Marisa Utara, Kabupaten Pohuwato; Desa Hungayonaa, Kabupaten Boalemo; serta Desa Molingkapoto Selatan, Kabupaten Gorontalo Utara. Setiap desa mengikutsertakan satu kader terbaik yang ditetapkan oleh pemerintah desa dan/atau Tim Pembina Posyandu Desa.
Adapun enam bidang SPM yang menjadi fokus penilaian meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Keenam bidang tersebut menjadi satu kesatuan dalam penguatan peran Posyandu untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memfasilitasi akses pelayanan dasar, serta mendorong koordinasi lintas sektor.
Dalam rapat tersebut, penilaian dirancang tidak hanya berdasarkan pengetahuan atau kemampuan peserta menjawab pertanyaan, tetapi juga mencakup pengalaman nyata, kemampuan menganalisis permasalahan masyarakat, menghubungkan berbagai bidang SPM, menawarkan solusi, serta menunjukkan inovasi dan praktik baik yang telah dilaksanakan.
Komponen penilaian meliputi portofolio dan kinerja kader pada bidang SPM asal sebesar 20 persen, pemahaman konsep Posyandu sebesar 20 persen, penguasaan enam bidang SPM sebesar 25 persen, wawancara dan studi kasus terpadu sebesar 20 persen, inovasi atau praktik baik kader sebesar 10 persen, serta komitmen dan rencana tindak lanjut sebesar 5 persen.
Pelaksanaan lomba direncanakan melalui tiga tahapan utama, yakni penilaian administrasi dan portofolio, wawancara peserta secara daring melalui Zoom, serta finalisasi hasil penilaian oleh tim penilai. Seluruh tahapan tersebut diharapkan dapat menghasilkan penilaian yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, S.H., M.H., M.KM., menegaskan bahwa lomba ini tidak semata-mata bertujuan menentukan kader terbaik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pembinaan untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu secara berkelanjutan.
Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Kader diharapkan mampu menjadi penggerak partisipasi masyarakat, menyampaikan edukasi, mengenali berbagai permasalahan di lingkungan desa, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan perangkat daerah dan instansi terkait sesuai kebutuhan pelayanan dasar.
Melalui kegiatan ini, Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo berharap dapat mengidentifikasi berbagai inovasi dan praktik baik kader yang dapat dikembangkan serta direplikasi di desa lainnya. Hasil penilaian juga diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan langkah pembinaan dan peningkatan kapasitas kader ke depan.
Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus mendorong penguatan Posyandu sebagai wadah pelayanan terpadu berbasis masyarakat, sehingga implementasi enam bidang SPM dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.