Berita berita

Tak Sedikit Siswa Menangis, DPPPA-PMD Hadirkan Edukasi dan Refleksi di SMA Negeri 1 Mananggu

T
Tim Redaksi
10 February 2026 • 2 min baca • 5x dilihat
Tak Sedikit Siswa Menangis, DPPPA-PMD Hadirkan Edukasi dan Refleksi di SMA Negeri 1 Mananggu
PEMPROV, DPPPA-PMD, - Suasana berbeda terlihat di SMA Negeri 1 Mananggu, Kabupaten Boalemo, Selasa (10/02/2026). Ratusan siswa yang mengikuti diseminasi pencegahan kekerasan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPA-PMD) Provinsi Gorontalo tampak larut dalam momen refleksi. Tak sedikit dari mereka menunduk, terdiam, bahkan meneteskan air mata.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperluas gerakan sekolah ramah anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. 

Selain menghadirkan jajaran sekolah, kegiatan turut melibatkan aparat kepolisian dan motivator untuk memberikan penguatan mental kepada para pelajar.
Kepala DPPPA-PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yan Sulemam, hadir langsung bersama Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PP & PKA) Debby Habibie. Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan perhatian serius dan kerja bersama.

Dalam penyampaiannya, dr. Yana mengingatkan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan maupun tindakan yang merendahkan martabat sesama.

"Sekolah adalah rumah kedua. Anak - anak harus merasa terlindungi, dihargai, dan punya keberanian untuk saling menjaga," ujar dr. Yana.

Ia juga menekankan bahwa menciptakan lingkungan ramah anak bukan hanya tugas guru atau pemerintah. Para siswa pun memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelopor perubahan di tengah pergaulan mereka.

Para peserta kemudian dibekali pemahaman tentang berbagai bentuk kekerasan, cara mengenalinya, serta langkah yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami kejadian tersebut. Edukasi ini diharapkan menumbuhkan keberanian untuk peduli dan tidak lagi diam.

Memasuki sesi refleksi, suasana ruangan berubah hening. Anak-anak diajak merenungkan kembali hubungan mereka dengan orang tua di rumah. Banyak yang tersadar bahwa dalam keseharian, perkataan atau sikap kecil sering kali tanpa sengaja melukai hati orang tua.

Untuk memperdalam proses tersebut, DPPPA-PMD menghadirkan hipnoterapi guna membantu siswa menenangkan pikiran, membuka hati, dan menumbuhkan empati. Tangis haru pun tak terhindarkan ketika para siswa mengingat kasih sayang dan pengorbanan orang tua mereka.
(ppid pppa-pmd provinsi gorontalo)
Kata Kunci: #AnakTerlindungi #PerempuanBerdaya

Komentar & Diskusi

0 tanggapan

Sampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.

Belum ada komentar pada konten ini.

Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.

Tulis Komentar

Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.

Email Anda dirahasiakan dan tidak dipublikasikan.

0 / 2000
Dilindungi sistem verifikasi & moderasi operator resmi.